Eyang Husein

Athlete

Wadah untuk tukar menukar ilmu dan pengalaman hidup.


Wadah untuk menyampaikan hal-hal yang positif dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Dan sebagai wadah untuk menyebarkan kedamaian dan kasih sayang.

0:22
A N A K M E N G A J I Anak memang seorang peniru ulung. Setiap saat, mata anak selalu mengamati, telinganya menyimak, dan pikirannya mencerna apa pun yang Anda lakukan. Itu sebabnya, jangan heran jika anak bisa tumbuh menjadi sosok yang sangat mirip dengan Anda-dalam versi kecil. Nah, karena Anda adalah role model buat anak, maka Anda jugalah yang memutuskan perilaku seperti apakah yang Anda ingin anak tiru dari Anda? “Sebenarnya, tak ada yang salah dengan perilaku meniru, karena pada dasarnya meniru adalah proses pembelajaran alami semua makhluk hidup,” kata Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd, psikolog anak dan keluarga, yang kerap disapa Diana ini. Anak mulai meniru sejak ia lahir, dimulai dari meniru ekspresi wajah Anda. Ketika Anda tersenyum, anak ikut tersenyum. Ketika Anda menjulurkan lidah, si kecil pun akan melakukan hal yang sama. Begitu juga ketika Anda tertawa dan berbicara. Karena anak belajar lewat meniru, tak heran kalau anak yang terlahir tuli akan secara otomatis bisu. Bukan karena bermasalah pada pita suaranya, tapi karena bayi tuli tak bisa mendengar kata, sehingga tak bisa menirunya. Saat usia anak bertambah, sifat meniru masih terus berlanjut. Apa yang Anda katakan, sikap seperti apa yang Anda tunjukkan, tanpa disadari akan ditiru oleh si kecil. Anak belajar dari apa yang ia lihat dan dengar. Apa yang Anda lakukan, baik itu gerakan, kata-kata, atau emosi, semua menjadi sarana belajar bagi anak. Hingga usia 18 bulan, anak biasanya masih meniru gerakan. Barulah mulai usia 3 tahun, anak meniru perilaku, sopan-santun dan bahasa Anda. Jika Anda adalah orang yang toleran dan selalu berkata sopan pada setiap orang, maka sangat mungkin terjadi si kecil pun akan tumbuh menjadi orang yang seperti itu juga. Saat ini, anak mungkin tidak paham mengapa Anda berperilaku baik dan sopan pada orang lain, tetapi mereka akan tetap meniru Anda. Sebaliknya, jika Anda adalah orang yang berpikiran sempit dan penuh kebencian pada orang lain yang tidak sepaham, maka sikap negatif ini pun akan ditiru oleh anak, dan menjadi dasar bagaimana ia memperlakukan sesama saat dewasa nanti. (Parenting Indonesia)
5 months ago
1:45
413650065702226
6 months ago